Stuktur Pencernaan Manusia

Stuktur Pencernaan Manusia

KabariNews – Hampir semua orang dewasa pernah sembelit, yaitu kondisi di mana terjadi kesulitan buang air besar. Tentu rasanya tersiksa. Bahkan sampai mengganggu fungsi tubuh dan juga keluhan psikologis. Mengapa terjadi dan bagaimana cara mengatasinya? Simak kupasan berikut!Dalam dunia medis, sembelit diistilahkan sebagai Constipation. Gejala fisik yang dirasakan berupa kesulitan buang air besar yang berlangsung lebih kurang selama 3 bulan. Sembelit ini biasanya disebabkan oleh gangguan fungsi usus yang bersifat fungsional, bukan karena sebab anatomi atau struktural pada organ tubuh.(Gambar 1: Stuktur Pencernaan Manusia)

Secaara umum, sembelit disebabkan oleh asupan air yang tidak memadai, diet atau kandungan makanan yang kurang serat, akibat perubahan pola makan, kurangnya aktivitas atau olahraga, sehingga mobilitas tubuh menurun, stres, atau ekses adanya penyakit ambaien atau wasir. Pada kasus tertentu bisa karena efek samping dari obat yang diminum, seperti laksatif, hypothyroidism, bahkan kondisi neurologis seperti penyakit Parkinson atau multiple sclerosis. Terkadang juga akibat obat antasid yang mengandung kalsium atau aluminium, serta obat-obat nyeri yang kuat, seperti narkotika, antidepresan, atau pil zat besi, depresi, irritable bowel syndrome, kehamilan dan kanker usus besar.

Gejala Utama Sembelit:

Gambaran Klinis Penderita Sembelit

Gambaran Klinis Penderita Sembelit

Mencermati kemungkinan penyebab sembelit yang begitu banyak, sebaiknya masyarakat perlu memahami gangguan kesehatan ini. Perhatikan gejala utama sembelit dari yang sifatnya ringan hingga yang tergolong kondisi emergensi. Tindak penangannya pun berbeda, sesuai keluhan yang dirasakan pasien. Jarang buang air besar atau kesulitan buang air besar yang umumnya berlangsung lebih dari 2 minggu membuat gerakan usus menurun dan tidak adekuat. Perut membengkak yang disertai sakit perut, nyeri, bahkan berujung dengan muntah.

(Gambar 2: Gambaran Klinis Penderita Sembelit)

Selain gejala di atas, pasien perlu ke dokter untuk mendapatkan diagnosa. Bila kondisi pasien semakin parah dan butuh penanganan segera, dokter akan melakukan pengujian terlebih dulu. Ia akan mengambil sampel darah, khususnya yang berhubugan dengan ketidakseimbangan hormon, kemudian dilanjutkan dengan tes Barium untuk mencari faktor pencetus obstruksi (pencetus penyempitan) usus besar melalui pemeriksaan kolonoskopi. Jika dokter telah menemukan faktor penyebabnya, ia akan memberikan beberapa obat sesuai indikasi medis, seperti obat laxative yaitu obat minum untuk mengatasi sembelit.

Jika Anda mengalami sembelit yang diikuti dengan gejala-gejala tertentu, wajib berkonsultasi ke dokter. Boleh jadi ini merupakan peringatan penting akan adanya kasus emergensi dalam tubuh Anda. Gejala-gejala yang patut diwaspadai adalah sembelit disertai darah pada tinja, terjadi penurunan berat badan yang drastis, ada rasa nyeri saat buang air besar, dan kondisi ini berlangsung lebih dari 2 minggu.

Faktor Pencegah Sembelit

Proses Pencernaan makanan

Proses Pencernaan makanan

Untuk meningkatkan kualitas hidup, faktor terpenting dan terbaik dilakukan adalah dengan mencegah munculnya gangguan sembelit:
1. Memperhatikan makanan dan diet yang seimbang, khususnya dengan mengonsumsi makanan banyak serat. Sumber serat terbaik adalah buah-buahan, sayuran, dan kacang-kacangan. Serat dan air sangat membantu proses metabolisme zat makanan di usus.
2. Minum air dan cairan lainnya sebanyak 1,5 sampai 2 liter air setiap hari.
3. Gerakkan tubuh dengan berolahraga teratur untuk menjaga vitalitas dan mendukung fungsi metabolisme tubuh.

(Gambar 3: Proses Pencernaan Makanan)

Untuk mencegah sembelit, faktor makanan dan kebiasaan hidup menjadi faktor dominan yang sangat penting. Ini dapat mencegah sembelit dan upaya pengobatannya.

Diet untuk Mencegah Sembelit.

Makanan Sehat dan Tinggi Serat

Makanan Sehat dan Tinggi Serat

Menurut konferensi ahli makanan Amerika (American Society for Nutrition) 2010, dijelaskan, sebagian besar penyebab sembelit adalah faktor makanan yang tidak seimbang dan tidak sehat. ASfN merekomendasikan, secara sederhana untuk menjaga kesimbangan makanan atau diet adalah dengan menjaga kesimbangan makanan berdasarkan kebutuhan tubuh. (Gambar 4: Makanan Sehat dan Tinggi Serat)

Secara biologis, tubuh membutuhkan faktor energi, protein, vitamin, air, dan serat. Jika ingin terhindar dari gejala sembelit sebaiknya memperbanyak makanan yang baik dan alami agar bisa berfungsi sebagai ‘pencahar’ yang pada akhirnya membantu Anda buang air besar.

Makanan tinggi serat sangat membantu memindahkan limbah melalui tubuh, seperti asparagus, brokoli, jagung, labu, dan kentang. Bila makan salad, tambahkan lebih banyak jumlah selada, bayam, dan kubis yang berserat tinggi. Minum 8 sampai 10 gelas cairan setiap hari, khususnya air putih.

About The Author

Taruna Ikrar

Dr. Taruna Ikrar, M.Pharm., MD., Ph.D. lahir di Makassar, 15 April 1969 adalah seorang ilmuwan berkebangsaan Indonesia dalam bidang farmasi, jantung, dan syaraf. Di dunia Internasional, ia lebih dikenal sebagai salah satu peneliti yg mempopulerkan sistem AlstR (allatostatin receptor) dalam tulisan yang telah dipublikasikan di jurnal Frontiers of Neural Circuit edisi 20, Januari 2012 . Saat ini Dr Ikrar merupakan salah satu tim spesialis dan analis di University of California, School of Medicine, Irvine, CA, USA

Leave a Reply