Penyakit diabetes sering ditandai dengan kondisi dimana tubuh tidak memproduksi cukup insulin, hormon yang diproduksi di pankreas. Insulin memungkinkan  sel untuk menyerap glukosa dan mengubahnya menjadi energi. Pada penderita diabetes, tubuhnya gagal merespon dengan benar akan fungsi insulin, sehingga tubuh tidak membuat cukup insulin, atau bahkan keduanya. Hal ini menyebabkan glukosa menumpuk di dalam darah, dan sering menyebabkan berbagai komplikasi.

Tahun 2000 menurut WHO, setidaknya 171 juta orang di seluruh dunia menderita diabetes, atau 2,8% dari populasi. Diperkirakan pada tahun 2030, jumlah ini akan hampir 2 kali lipat.

The American Diabetes Association tahun 2009 melaporkan 23.6 juta anak-anak dan orang dewasa di AS hidup dengan diabetes. Sementara sekitar 17,9 juta lainnya telah didiagnosa dengan diabetes, dan hampir satu dari empat juta penderita diabetes tidak menyadari bahwa mereka memiliki penyakit.

Jenis Diabetes

  • Tipe 1: Hasil dari kegagalan tubuh untuk memproduksi insulin. Diperkirakan 5-10% penduduk dunia terdiagnosa tipe ini. Saat ini hampir semua orang dengan diabetes tipe 1 harus mendapatkan pengobatan dengan suntikan insulin.
  • Tipe 2: Resistensi insulin, suatu kondisi di mana sel gagal menggunakan insulin dengan benar, kadang-kadang dikombinasikan dengan kekurangan insulin relatif.

Selain kedua tipe diatas, masih dibedakan lagi berdasarkan kasus yang mendahuluinya. Contohnya:

  • Gestational diabetes: yang dialami oleh Ibu hamil yang tidak pernah menderita diabetes sebelumnya, tetapi yang mempunyai gula darah tinggi (glukosa) selama kehamilan dikatakan telah gestational diabetes.
  • Contoh lainnya termasuk diabetes bawaan, karena cacat genetik sekresi insulin, dimana diabetes dipicu oleh steroid dosis tinggi hormon Glukokortikoid, dan beberapa bentuk monogenic diabetes.
gejala-penyakit-diabetes

gejala-penyakit-diabetes

Gejala umum memiliki penyakit diabetes:

  • cepat terasa lelah,
  • selalu merasa haus,
  • selalu merasa lapar, sehingga sedikit-sedikit mau makan.
  • Sering kencing dan merasa tidak kuat,
  • kadang disertai perasaan mual dan muntah,
  • nyeri-nyeri disekujur tubuh.

Penyakit Diabetes menjadi berbahaya karena bisa berkomplikasi atau menyebabkan beberapa penyakit sekunder yang lebih berbahaya dibanding penyakit Diabetes itu sendiri.

Komplikasi serius penyakit diabetes jangka panjang meliputi:

  • komplikasi penyakit jantung,
  • gagal ginjal kronis,
  • kerusakan retina yang dapat menyebabkan kebutaan,
  • beberapa jenis kerusakan saraf, dan
  • mikrovaskuler kerusakan, yang dapat menyebabkan disfungsi ereksi dan kesulitan penyembuhan luka. Selanjutnya dapat menyebabkan gangren, bahkan berakibat sampai amputasi.

Perawatan memadai serta melakukan peningkatan gaya hidup dengan tidak merokok dan menjaga berat badan, dapat memperbaiki profil dan menurunkan risiko dari berbagai komplikasi kronis.

Karakteristik Penyakit Diabetes dan Pengobatannya

Diabetes mellitus tipe 1

Ditandai oleh tidak berfungsinya sel beta dari pulau Langerhans di pankreas yang menyebabkan kekurangan insulin.  Tipe ini dapat mempengaruhi anak-anak atau orang dewasa, tetapi secara tradisional disebut “juvenile diabetes” karena mewakili mayoritas kasus diabetes pada anak-anak.

Pengobatan utama diabetes tipe 1,

adalah dengan cara menyuntikan insulin yang disertai pemantauan glukosa darah. Pengobatan juga disertai dengan pengaturan gaya hidup berupa diet dan olahraga.

Diabetes mellitus tipe 2

disebabkan oleh resistensi insulin atau berkurangnya sensitifitas terhadap insulin, yang disertai dengan berkurangnya sekresi insulin jika dibandingkan dengan kadar normal. Respon ini disebabkan oleh kerusakan jaringan tubuh terhadap insulin atau menurunnya reseptor insulin di membran sel. Diabetes tipe 2 adalah jenis yang paling umum.

Pada tahap awalnya kelainan utama adalah berkurangnya sensitifitas terhadap insulin, yang ditandai dengan peningkatan kadar insulin dalam darah. Pada tahap ini, hiperglikemia dapat diatasi dengan berbagai obat-obatan yang dapat meningkatkan sensitifitas terhadap insulin atau mengurangi produksi glukosa oleh hati.

Ada beberapa teori yang menyebutkan penyebab diabetes tipe 2. Central obesitas diketahui sebagai faktor predisposisi individu untuk resistensi insulin. Kegemukan adalah faktor utama yang secara aktif mempengaruhi mensekresi hormon yang disebut adipokines yang kemungkinan merusak toleransi glukosa.

Kegemukan ditemukan pada sekitar 55% dari pasien yang didiagnosis dengan diabetes tipe 2. Faktor-faktor lain termasuk penuaan (sekitar 20% dari pasien usia lanjut di Amerika Utara mengidap diabetes) dan sejarah keluarga.

Namun, komplikasi yang berat dalam jangka panjang akibat diabetes tipe 2 telah diketahui, termasuk gagal ginjal akibat diabetes nefropati, penyakit vaskular (termasuk penyakit arteri koroner), kerusakan retina, hilangnya sensasi atau rasa sakit, hingga gagal jantung.

Pengobatan utama diabetes tipe 2,

Diabetes tipe 2 biasanya, pada tahap awal dapat diobati dengan meningkatkan aktivitas fisik, mengurangi asupan karbohidrat, dan kehilangan berat badan. Ini dapat mengembalikan sensitivitas insulin bahkan ketika berat badan yang sederhana, misalnya sekitar 5 kg (10-15 lb) pada lemak perut.

Langkah berikutnya, jika perlu perawatan dengan obat-obatan antidiabetic oral. Sehingga produksi insulin dapat diatasi. Jadi obat oral (yang sering digunakan dalam berbagai kombinasi) dapat digunakan untuk meningkatkan produksi insulin contohnya: sulfonylureas.

Demikian pula untuk mengatur pelepasan glukosa yang tidak pantas oleh hati, metformin. Menurut sebuah studi, kelebihan berat badan pasien yang diobati dengan metformin dibandingkan dengan makanan saja, sudah mengurangan risiko 32% untuk setiap diabetes endpoint, 42% kematian terkait diabetes dan 36% untuk semua penyebab kematian dan stroke.

Gestational diabetes mellitus (GDM) mirip diabetes tipe 2 dalam beberapa hal. Terjadi di sekitar 2% -5% dari seluruh kehamilan dan dapat menghilang setelah melahirkan. Diabetes gestational sepenuhnya dapat diobati akan tetapi harus berhati-hati dan perlu pengawasan medis selama kehamilan. Sekitar 20% -50% dari perempuan yang terkena mengembangkan diabetes tipe 2 di kemudian hari.

Meskipun mungkin bersifat sementara, gestational diabetes yang tidak diobati bisa merusak kesehatan janin atau ibu. Bahkan pada kasus yang parah, perinatal kematian bisa terjadi, paling umum sebagai akibat perfusi plasenta yang buruk akibat kerusakan pembuluh darah.

Pencegahan dan Penatalaksanaan Penyakit Diabetes

  1. Ada bukti memadai bahwa makan makanan yang rendah indeks glikemik secara klinis akan membantu penyembuhan dan pencegahan penyakit diabetes, maka disarankan untuk melakukan diet pada orang orang yang mempunyai faktor risiko.
  2. Bagi yang telah terdiagnosis, supaya menghindari kemungkinan komplikasi jangka pendek maupun jangka panjang yang berkaitan dengan diabetes. Ada peran yang sangat penting bagi pasien adalah dukungan diet, latihan berpikir positif dan optimis, pemantauan glukosa darah, dengan harapan agar kadar glukosa darah dalam batas-batas yang dapat normal.
  3. Pengontrolan diperlukan untuk mengurangi risiko komplikasi jangka panjang. Hal ini secara teoritis dapat dicapai dengan kombinasi diet, olah raga dan penurunan berat badan (tipe 2), dilanjutkan pemberian berbagai obat diabetes oral dan pemberian insulin jika telah memasuki tahap yang lebih berat seperti pada Diabetes tipe 1 dan tipe 2 yang sudah tidak mempan lagi dengan pengobatan diabetic oral.

About The Author

Taruna Ikrar

Dr. Taruna Ikrar, M.Pharm., MD., Ph.D. lahir di Makassar, 15 April 1969 adalah seorang ilmuwan berkebangsaan Indonesia dalam bidang farmasi, jantung, dan syaraf. Di dunia Internasional, ia lebih dikenal sebagai salah satu peneliti yg mempopulerkan sistem AlstR (allatostatin receptor) dalam tulisan yang telah dipublikasikan di jurnal Frontiers of Neural Circuit edisi 20, Januari 2012 . Saat ini Dr Ikrar merupakan salah satu tim spesialis dan analis di University of California, School of Medicine, Irvine, CA, USA

Leave a Reply