KabariNews – Dewasa ini penyakit kanker mengenai jutaan penduduk dunia. Bahkan masyarakat umum telah mengenal kanker sebagai penyakit yang sangat menakutkan, karena dapat berakhir dengan kematian.

Karenanya, informasi berikut ini sangat penting disebarkan kepada masyarakat luas. Pertama adalah faktor penyebab munculnya penyakit kanker. Berdasarkan penelitian para ahli kesehatan, terdapat beberapa pencetus yang menyebabkan kanker. Di antaranya, zat kimia (Carcinogens) yang menyebabkan mutasi DNA dan menstimulasi munculnya kanker dalam jaringan tubuh.

Penampakan sel-sel kanker

Penampakan sel-sel kanker

Contohnya, penggunaan tembakau yang telah dibuktikan merupakan 90% penyebab kanker paru-paru, tenggorokan, otak, leher, perut, kandung kemih, ginjal, kerongkongan dan pankreas.

Selain itu, radiasi sinar ion seperti radiasi ultraungu dari matahari yang dapat menyebabkan kanker kulit melanoma malignancies. Ada pula beberapa kanker akibat infeksi patogen oleh virus atau bakteri. Misalnya, disebabkan oleh Papillomavirus, Hepatitis B dan Hepatitis C, Epstein-Barr Virus, dan Human T-lymphotropic virus.

Demikian pula ketidak-seimbangan hormonal dapat menjadi faktor pencetus pertumbuhan sel yang berlebihan, misalnya meningkatkan hyperestrogenic yang menyebabkan kanker endometrial, kanker rahim dan kanker mammae.

Faktor turunan (genetik) juga diyakini dapat menyebabkan kanker. Hal ini karena terjadi cacat pada gen yang melindungi formasi munculnya sel-sel kanker. Hereditery mutations di gen BRCA1 dan BRCA2, misalnya, besar kaitannya dengan risiko kanker payudara, kanker ovarian dan tumor di berbagai organ kelenjar endokrin.

Dengan demikian, untuk mencegah kanker adalah dengan menghindari semua faktor pencetus terulas di atas.

Pengobatan Kanker Konvensional

Selama ini metode pengobatan kanker konvensional telah dilakukan, walaupun dengan hasil pengobatan yang belum maksimal. Pengobatan tersebut adalah melalui pembedahan.

Pembedahan merupakan tindakan terdiri dan terbaik jika kanker Jika tumor belum menyebar ke seluruh tubuh lewat jalan kelenjar getah bening dan peredaran darah.

Faktor-faktor-pencetus-Kanker

Faktor-faktor-pencetus-Kanker

Kemudian, terapi radiasi, yaitu dengan melakukan radioterapi atau penyinaran dengan menggunakan radiasi ionizing untuk membunuh sel kanker yang bersemayam di dalam tubuh. Terapi radiasi ini dapat dilakukan secara eksternal melalui pancaran sinar eksternal (EBRT) atau secara internal via brachytherapy.

Efek dari terapi radiasi bersifat setempat dan lokal di daerah yang dirawat (bekas operasi). Tujuan terapi ini untuk merusak sel-sel kanker dan membatasi invasi sel kanker ke jaringan sehat di dekatnya.

Tindakan Kemoterapi di mana pengobatan kanker payudara menggunakan obat kimia (anticancer) yang dapat merusak sel-sel kanker. Dalam praktik medis saat ini, istilah ‘kemoterapi’ biasanya merujuk kepada cytotoxic, yaitu obat yang berpengaruh cepat terhadap proses regenarasi sel pada umumnya, termasuk sel-sel kanker.

Cara kerja obat kemoterapi adalah dengan menghambat duplikasi DNA atau pemisahan kromosom. Sebagian besar bentuk kemoterapi bekerja tidak spesifik pada sel-sel kanker saja, melainkan dapat menyerang sel-sel normal juga. Bila sel-sel normal dapat beregenerasi, tetapi sel-sel kanker akan mati.

Melakukan terapi hormonal pada pasien kanker payudara, yang biasanya disebabkan oleh ketidakseimbangan hormonal. Terapi dilakukan dengan menginjeksikan hormon khusus, seperti progestogens yang mungkin memberi manfaat therapeutically.

Vaksin, Teknik Pengobatan Terbaru

Prinsip kerja sistem kekebalan tubuh dimulai dari sel dendritik atau disebut sistem alamiah yang dapat membantu memulai respon kekebalan tubuh. Sel-sel yang terdapat di seluruh tubuh ini memperoleh zat antigen berupa molekul dan terikat pada antibodi sehingga dapat mendeteksi adanya molekul pathogen dari sel tumor. Selanjutnya, sel ini akan mengaktifkan kelenjar getah bening dan sel-sel T pada sistem pertahanan tubuh untuk melakukan respon imun protektif untuk melawan sel tumor dan sel kanker berkembang biak.

Cara Kerja Vaksin Dalam-Pencegahan dan Pengobatan Kanker

Cara Kerja Vaksin Dalam Pencegahan dan Pengobatan Kanker

Penemuan ini dipublikasikan di Nature Edisi Minggu Kedua Maret 2015. Prinsip cara kerja vaksin antikanker di atas telah menunjukkan suatu keberhasilan dalam uji coba pada binatang dan manusia. Dengan meningkatnya Sel Dendritik (DC) bergerak atau bermigrasi secara dramatis ke kelenjar getah bening sebagai respon antitumor merupakan cara optimal penggunaan vaksin DC sebagai antikanker.

Dalam uji klinis, penggunaan vaksin DC aman dan menginduksi respon imun antitumor yang bersifat tahan lama. Hasil uji klinis dari vaksinasi ini pada beberapa pasien kanker stadium lanjut sangat menggembirakan. Vaksin sipuleucel-T dapat meningkatkan harapan hidup pasien kanker prostat. Dengan menyuntikkan vaksin DC berdampak langsung pada respon imun di sistem getah bening pasien.

Bahkan pada uji klinis penggunaan sistem vaksin, DC terakumulasi dalam kelenjar getah bening pasien yang menerima pengobatan Td daripada yang tidak. Harapan hidup pasien juga dapat bertahan hidup lebih lama.

Metode di atas dapat dijelaskan dalam gambar berikut: dimulai dari Sel dendritik (DC) bermigrasi ke kelenjar getah bening untuk menyiapkan antigen tumor yang diturunkan pada dua jenis sel kekebalan: memori sel CD4 + T yang sebelumnya telah terkena antigen itu.

Begitu memperoleh, respon imun yang kuat yang cepat, maka sel CD8 + T akan membunuh sel-sel yang mengekspresikan antigen.

About The Author

Taruna Ikrar

Dr. Taruna Ikrar, M.Pharm., MD., Ph.D. lahir di Makassar, 15 April 1969 adalah seorang ilmuwan berkebangsaan Indonesia dalam bidang farmasi, jantung, dan syaraf. Di dunia Internasional, ia lebih dikenal sebagai salah satu peneliti yg mempopulerkan sistem AlstR (allatostatin receptor) dalam tulisan yang telah dipublikasikan di jurnal Frontiers of Neural Circuit edisi 20, Januari 2012 . Saat ini Dr Ikrar merupakan salah satu tim spesialis dan analis di University of California, School of Medicine, Irvine, CA, USA

Leave a Reply